Antusiasme Peserta Warnai Forum GEMAS Pemilu, Diskusi Interaktif Jadi Sorotan
|
Oelamasi, 30 Maret 2026 — Antusiasme peserta menjadi warna utama dalam pelaksanaan Forum Konsolidasi dan Literasi Demokrasi bertajuk GEMAS Pemilu (Gerakan Masyarakat Sadar Pengawasan) yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Kupang secara daring.
Kegiatan ini tidak hanya berlangsung sebagai forum penyampaian materi, tetapi juga berkembang menjadi ruang diskusi yang aktif dan partisipatif. Peserta dari berbagai latar belakang terlihat terlibat dalam dialog yang dinamis, mencerminkan tingginya kepedulian terhadap isu demokrasi dan pengawasan pemilu.
Salah satu peserta dari unsur pemerhati pemilu, Mery Tiran, menilai forum ini sebagai wadah edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Diskusinya sangat interaktif, komunikatif, dan relevan dalam membangun kesadaran bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga integritas demokrasi, tidak hanya saat pemilu berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan mahasiswa, Viquera Messakh, yang mengaku memperoleh pemahaman baru terkait pengawasan pemilu.
“Melalui forum ini, saya jadi lebih memahami bagaimana langkah yang bisa dilakukan untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Di tengah antusiasme peserta, Anggota Bawaslu Kabupaten Kupang, Adam Horison Bao, dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini merupakan hasil refleksi panjang Bawaslu dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang berkualitas.
“Ini merupakan bagian dari upaya membangun partisipasi yang bermakna dalam demokrasi,” ujarnya.
Menurutnya, tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat literasi demokrasi di tengah masyarakat, khususnya pada masa non-tahapan pemilu.
“Tahun ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi dan literasi demokrasi, agar partisipasi dan kepedulian publik tetap terjaga sejak awal,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari akademisi Universitas Nusa Cendana Kupang, Rudi Rohi, terkait pengawasan pemilu, peran masyarakat sipil, serta dinamika politik lokal. Selain itu, Yohanes Jimmy Nami menyampaikan materi tentang pentingnya membangun ekosistem pengawasan demokrasi yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang partisipatif dan edukatif, program GEMAS Pemilu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat bahwa demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang paham, peduli, dan berani terlibat secara aktif.
Penulis : Imel Pong
Editor : Abad Umar