Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Goes to School Warnai MPLS SMA Negeri 1 Fatuleu, Tanamkan Semangat Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

Bawaslu Goes to School Warnai MPLS SMA Negeri 1 Fatuleu, Tanamkan Semangat Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang memberikan materi kepada peserta MPLS SMA Negeri 1 Fatuleu dalam kegiatan Bawaslu Goes to School. Dengan metode pembelajaran per kelas, siswa diajak memahami tugas dan fungsi Bawaslu serta pentingnya menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berintegritas.

 

Fatuleu, 15 Juli 2026 – Setelah resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMA Negeri 1 Fatuleu, Bawaslu Kabupaten Kupang kembali melaksanakan program Bawaslu Goes to School dengan mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelaksanaan Bawaslu Goes to School kali ini tampil berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya materi disampaikan dalam satu forum besar, kali ini Bawaslu Kabupaten Kupang membagi peserta ke dalam beberapa kelas. Sebanyak lima tim diterjunkan, masing-masing dikoordinatori oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten Kupang dan didampingi staf sebagai fasilitator. Metode ini memberikan ruang interaksi yang lebih dekat antara narasumber dan para siswa.

Dalam setiap kelas, Bawaslu menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, pentingnya pengawasan partisipatif, pendidikan pemilih, serta peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang santai, komunikatif, dan ramah anak sehingga mudah dipahami serta mampu menarik perhatian para peserta didik baru.

Suasana belajar dibuat lebih interaktif melalui berbagai permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta diskusi yang melibatkan seluruh siswa. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat. Metode tersebut membuat siswa semakin antusias mengikuti kegiatan sekaligus membantu mereka memahami materi kepemiluan dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan program Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Kupang dalam rangka pengembangan pengawasan partisipatif. Melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah, Bawaslu berupaya memperluas pemahaman generasi muda mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Sarina, menjelaskan bahwa Bawaslu Goes to School merupakan salah satu program pengembangan pengawasan partisipatif yang digagas Bawaslu untuk mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan pemilu.

“Bawaslu Mengajar atau yang selama ini dikenal dengan Bawaslu Goes to School merupakan salah satu bagian dari program Pengembangan Pengawasan Partisipatif yang digagas Bawaslu dalam upaya melibatkan masyarakat, terutama pemuda, dalam pengawasan pemilu secara partisipatif,” ujar Maria.

Menurutnya, pelaksanaan Bawaslu Goes to School yang dikemas dalam kegiatan MPLS menjadi pendekatan yang menarik karena menyasar siswa baru yang rata-rata berusia 15 hingga 16 tahun dan akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

“Dalam kegiatan kali ini kami mencoba metode yang berbeda dengan mengisi ruang MPLS bagi siswa baru. Ini sangat menarik karena mereka merupakan calon pemilih pemula yang akan berusia 17 hingga 18 tahun pada Pemilu 2029 nanti. Kami berharap para siswa semakin memahami dan kritis terhadap berbagai persoalan terkait pemilu dan demokrasi, serta memahami keterkaitan antara pemilu dengan masa depan bangsa maupun daerah,” jelasnya.

Maria menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sehingga perlu dibekali pemahaman yang baik sejak dini.

“Para pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan demokrasi. Karena itu, pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif perlu terus ditanamkan agar lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Kupang yang telah memberikan pendidikan demokrasi kepada peserta didik sejak dini. Menurutnya, pendekatan yang digunakan sangat sesuai dengan karakter siswa baru karena materi disampaikan secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami.

Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Kupang terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang sehat. Dengan membekali para siswa mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif sejak dini, diharapkan akan lahir generasi muda yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab sebagai pemilih pemula maupun sebagai bagian dari masyarakat yang turut mengawal jalannya demokrasi.

Penulis: Sonya Masneno

Editor: Maria Sarina