Bersama Masyarakat, Bawaslu Siap Hadapi Tantangan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
|
Oelamasi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kupang kembali melaksanakan Sosialisasi Peran dan Fungsi Kelembagaan dalam pengawasan pemilu untuk meningkatkan kerjasama dengan semua elemen masayarakat, menghadapi tantangan pemilu dan pemilihan serentak 2024. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (23/9/2021) bertempat di Hotel Aston Kupang.
Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memetakan tantangan Bawaslu dalam pengawasan pemilu dan pemilihan serentak, serta meningkatkan pemahaman peserta terkait pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara partisipatif demi terwujudnya Pemilu yang Luber dan Jurdil.
Sosialisasi dimaksud dibuka oleh ketua Marthoni Reo, S.H, hadir juga anggota, Adam Horison Bao, S.H, Maria Y. Sarina, S.E, Polce R.T Dethan, M.M, Imelda Daly,S.P.Koordinator Sekretariat Apredal Zeryanti Tefu, S.S.T.
Peserta terundang dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang dari berbagai elemen masyarakat yakni, unsur tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi perempuan, pers, pemerintah desa, tokoh pendidikan dan kader pengawas pemilu partispatif. Sedangkan Dr. Laurens Sayrani dan Ana Djukana, S.H.,M.H di daulat menjadi narasumber.
Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang Marthoni Reo, S.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa, ditengah pandemi covid-19, demokrasi tetap berjalan karena keduanya sama-sama penting dalam penanganannya, sehingga tidak bisa diabaikan, melainkan mesti dipersiapkan secara dini.
“bahwa covig-19 sementara menganas dan kehidupan demokrasi ibaratnya dipertaruhkan, karena itu ditengah situasi ini, Bawaslu kabupaten Kupang juga tidak patah semangat. Pemilu serentak mestinya dipersiapkan secara dini,” tutur Marthoni.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Y. Sarina, saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, pemilu serentak tahun 2024 mempunyai kompeksitas yang sangat rumit, untuk itu dengan kegiatan ini, kita dapat mengetahui atau memetakan berbagai tantangan yang akan dihadapi terutama di pemilu dan pemilihan serentak nanti.
“tantangan pemilu serentak 2024 cukup kompleks, dengan melihat berbagai tantangan itu, kita akan bisa menemukan cara, inovasi seperti apa yang Bawaslu lakukan. Salah satunya dengan melakukan pengawasan partisipatif atau melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan partisipatif,” jelas Maria.
Lebih lanjut Maria menambahkan bahwa, dengan melibatkan bebagai stakeholder dan pemerintah desa, diharapkan agar mereka bisa menjadi agen Bahwaslu, menjadi mata dan telinga dalam pengawasan partisipatif pada pemilu dan pemilihan.
Dengan adanya Kegiatan sosialisasi ini Bawaslu berharap pada saat pelaksanaan pemilu dan pemilihan serentak, akan ada peran aktif dari masyarakat untuk memdukung kerja-kerja pengawasan, baik disetiap tahapan maupun ikut terlibat melaporkan pelanggaran yang terjadi di lapangan.
Penulis : Arifin Boik