Lompat ke isi utama

Berita

Marthoni: Sinergi Penyelenggara dan Parpol Kunci Demokrasi Berkualitas

Marthoni: Sinergi Penyelenggara dan Parpol Kunci Demokrasi Berkualitas

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, menghadiri Muscab PKB sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan kualitas demokrasi di daerah, Selasa (21/4/2026).

Kupang — Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, menegaskan bahwa sinergi antara penyelenggara pemilu dan partai politik menjadi kunci dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang digelar di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (21/4/2026). 

Muscab merupakan agenda strategis partai dalam rangka konsolidasi organisasi, evaluasi kepengurusan, serta penentuan arah kebijakan partai di tingkat daerah.

Menurut Marthoni, kolaborasi yang kuat antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu sangat penting untuk memastikan seluruh proses demokrasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sinergi antara penyelenggara dan peserta pemilu harus terus dijaga agar proses demokrasi berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menilai, Muscab tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal partai, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas demokrasi di daerah.

Lebih lanjut, Marthoni menekankan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak kader yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas serta memahami prinsip-prinsip demokrasi.

Ia juga menyoroti masih adanya berbagai persoalan dalam pelaksanaan pemilu sebelumnya, termasuk belum optimalnya penerapan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber dan Jurdil).

Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya pelanggaran adalah minimnya pemahaman kader partai terhadap regulasi kepemiluan.

Selain itu, Marthoni menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Kupang siap berkolaborasi dengan partai politik, termasuk PKB, dalam memberikan sosialisasi dan pendidikan politik guna mencegah pelanggaran serta meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat.

Sementara itu, fungsionaris DPP PKB sekaligus Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab kali ini mengusung pendekatan musyawarah berbasis kebersamaan, kekeluargaan, dan persatuan.

Ia menjelaskan bahwa Muscab merupakan agenda strategis partai untuk konsolidasi organisasi, evaluasi kepengurusan, serta penentuan arah kebijakan lima tahun ke depan. Musyawarah juga difokuskan sebagai ruang merumuskan gagasan, strategi kemenangan, dan program kerja.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa, serta kewajiban kaderisasi berjenjang mulai tahun 2027 guna menyiapkan regenerasi kepemimpinan partai.

Pelaksanaan Muscab yang menggabungkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan peran partai politik di tingkat lokal dalam menjaga kualitas demokrasi.

Penulis : Arifin Boik
Editor : Abad Umar