Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Kupang Dorong Penguatan Pengawasan Pemilu bagi Pemilih Pemula di SMA Adven Nusra

Bawaslu Kabupaten Kupang Dorong Penguatan Pengawasan Pemilu bagi Pemilih Pemula di SMA Adven Nusra

Rangkaian empat dokumentasi kegiatan Bawaslu Kabupaten Kupang dalam program “Ruang Demokrasi Keliling” di SMA Adven Nusra. Tampak tiga Koordinator Divisi Bawaslu tengah memberikan penjelasan mengenai penguatan pengawasan pemilu bagi pemilih pemula, serta foto bersama pihak sekolah—Direktur dan para guru—sebagai wujud kolaborasi dalam mendorong pendidikan demokrasi sejak dini.

Oelamasi, 19 November 2025 — Bawaslu Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kepemiluan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMA Adven Nusra. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Kupang Adam Horizon Bao, Maria Yulita Sarina, dan Suhardin Anas, didampingi kasubag dan staf Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Direktur SMA Adven Nusra, Rudolf Manurung, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Kupang. Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat dibutuhkan oleh para siswa yang akan menjadi pemilih untuk pertama kalinya. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang pemilu akan memberikan dampak positif pada kualitas partisipasi generasi muda.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Kupang Maria Yulita Sarina juga memberikan apresiasi atas sambutan pihak sekolah. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu para pemuda yang kelak berperan penting dalam menjaga masa depan demokrasi. Maria menekankan bahwa pemilih pemula perlu dibekali pengetahuan yang benar mengenai proses pemilu, potensi pelanggaran, dan pentingnya pengawasan oleh masyarakat.

Pada sesi materi, Maria menjelaskan secara menyeluruh mengenai peran Bawaslu dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu, mencegah pelanggaran, hingga menangani bentuk-bentuk pelanggaran yang ditemukan. Ia juga menggambarkan berbagai program pencegahan yang telah dijalankan Bawaslu Kabupaten Kupang, seperti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif, program magang bersama Universitas Nusa Cendana, serta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda gereja, perempuan, kelompok disabilitas, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Ia menegaskan bahwa Bawaslu memiliki sumber daya manusia yang terbatas, sehingga keterlibatan masyarakat, terutama pemilih pemula, sangat diperlukan untuk memperkuat pengawasan pemilu.

Disampaikan pula bahwa Bawaslu Kabupaten Kupang terus berupaya memperluas jangkauan edukasi dan pengawasan partisipatif, mengingat pelanggaran pemilu seperti politik uang, manipulasi data, dan rendahnya integritas peserta pemilu masih sering ditemukan. Karena itu, Maria mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga pengawas yang aktif di lingkungan masing-masing.

Kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan pemutaran video edukasi. Antusiasme siswa sangat tinggi, terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, terutama mengenai integritas peserta pemilu dan mekanisme pelaporan pelanggaran. Menurut Maria, respons siswa tersebut menunjukkan bahwa generasi muda mulai mengenali peran strategis Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi.

Menutup kegiatan, Maria mengajak seluruh siswa SMA Adven Nusra untuk menjadi bagian dari gerakan pengawasan pemilu. Ia menegaskan bahwa jika siswa menemukan potensi pelanggaran, langkah pertama adalah melakukan pencegahan, dan apabila tidak dapat dicegah, maka harus dilaporkan kepada Bawaslu melalui kanal resmi yang tersedia.

Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Kupang berharap pemilih pemula semakin memahami pentingnya menjaga integritas pemilu dan berperan aktif sebagai pengawas partisipatif, sehingga proses demokrasi di Kabupaten Kupang dapat berjalan lebih transparan, berkelanjutan, dan bermartabat.

Penulis : Diana Mata Rihi

Editor : Maria Yulita Sarina