Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Kupang Gelar Rapat Peningkatan Public Speaking untuk Tingkatkan Kapasitas Pengawas Pemilu

Bawaslu Kabupaten Kupang Gelar Rapat Peningkatan Public Speaking untuk Tingkatkan Kapasitas Pengawas Pemilu

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, SH, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Rapat Peningkatan Public Speaking sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengawas pemilu, Rabu (17/9/2025).

Oelamasi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kupang menyelenggarakan kegiatan Rapat Peningkatan Public Speaking sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas jajaran pengawas pemilu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Biro SDM Bawaslu RI, yakni Muhammad Ilham Fahreza, S.Psi. dan Adhi Harto, yang membawakan materi seputar keterampilan berbicara efektif, percaya diri, serta teknik menyampaikan pesan secara jelas dan meyakinkan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan keterampilan public speaking bagi setiap pengawas pemilu.

“Bawaslu bekerja untuk publik, sehingga setiap jajaran dituntut mampu menyampaikan informasi dengan jelas, membangun kepercayaan, serta menjaga kredibilitas kelembagaan. Melalui rapat peningkatan ini, kami berharap seluruh peserta lebih percaya diri dan mampu berkomunikasi secara efektif dalam menjalankan tugas,” ungkap Marthoni.

Narasumber pertama dari Biro SDM Bawaslu RI, Muhammad Ilham Fahreza, menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukanlah semata-mata soal bakat, melainkan keterampilan yang bisa dilatih secara konsisten.

“Rasa gugup itu normal dan justru tanda kepedulian kita untuk memberikan yang terbaik. Kuncinya adalah berani mencoba, terus berlatih, serta terbuka pada masukan. Dengan pola pikir berkembang, semua orang bisa menjadi komunikator yang baik,” jelas Ilham.

Sementara itu, narasumber kedua, Adhi Harto, menyoroti aspek praktis dalam menyusun struktur pidato maupun presentasi. Ia menegaskan pentingnya membangun keterhubungan dengan audiens.

“Seorang pembicara yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu melibatkan audiens melalui interaksi, cerita nyata, bahasa tubuh yang tepat, serta penggunaan visual yang menarik. Hal-hal kecil ini memberi dampak besar dalam membangun pemahaman dan kepercayaan,” tutur Adhi.

Lebih jauh, Adhi juga menekankan pentingnya manajemen keprotokolan di Bawaslu, terutama saat kegiatan resmi maupun acara kelembagaan.
“Public speaking tidak bisa dipisahkan dari manajemen keprotokolan. Di Bawaslu, setiap acara resmi membutuhkan pengaturan yang rapi, mulai dari susunan acara, tata cara penyambutan tamu, hingga penempatan pembicara. Hal ini bukan hanya soal teknis, tetapi bagian dari menjaga citra dan wibawa kelembagaan,” tegasnya.

Public Speaking

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka terlihat sangat antusias dalam bertanya saat penyampaian materi.

Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Kupang berharap seluruh jajaran mampu menghadapi berbagai forum publik, baik rapat koordinasi, sosialisasi, maupun penyampaian informasi kepada masyarakat, dengan lebih efektif, profesional, dan meyakinkan.(HumasBKK)

Penulis : Arifin Boik, SH

Editor   : Maria Yulita Sarina, SE