Bawaslu NTT Gelar Rakor Expose Proyek SEMESTA untuk Perkuat Pengawasan Pemilu Berbasis Data
|
Oelamasi – Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Expose Proyek SEMESTA (Sentra Monitoring Data Strategis Terpadu dan Aktif) tingkat provinsi, Selasa, 12 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring bertujuan memperkuat pengawasan pemilu dan pemilihan berbasis data, sekaligus mengintegrasikan sistem informasi pengawasan.
Proyek SEMESTA dirancang sebagai pusat pengelolaan data strategis yang terpadu, terintegrasi, dan real-time. Sistem ini diharapkan memudahkan akses informasi, mempercepat proses analisis, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam pengawasan pemilu.
Dengan implementasi SEMESTA, Bawaslu dapat melakukan monitoring data strategis secara lebih efektif, meminimalkan potensi pelanggaran, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengawasan.
Program kegiatan ini terbagi menjadi tujuh Proyek SEMESTA, yaitu: Data Alumni Kader SKPP/P2P, Pojok Pengawasan, Kampung/Desa Pengawasan, Forum Warga, Hubungan Antar Lembaga, Program Edukatif, dan Inovasi Kepemiluan.
Anggota Bawaslu NTT, Amrunur Muh. Darwan, S.Si., menegaskan bahwa basis data yang terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Banyak program inovatif dan partisipatif sudah dilaksanakan di kabupaten/kota, tetapi belum terhimpun dalam satu database yang utuh. Melalui SEMESTA, kita mengonsolidasikan data dari tahun 2019 hingga 2024 untuk mengidentifikasi kekuatan, menilai capaian, dan menjadikannya dasar evaluasi kinerja berbasis data. Inilah momentum penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif secara terukur,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Dengan basis data yang terintegrasi, kita tidak hanya melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi juga mampu merencanakan langkah ke depan secara lebih tepat. Data ini akan menjadi kompas kita untuk memastikan setiap program pengawasan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi kualitas demokrasi.”
Lebih lanjut, Amrunur menyampaikan bahwa momentum ini sangat penting di masa non-tahapan, karena menjadi waktu yang tepat untuk mengonsolidasikan seluruh data, terutama yang berbasis pengawasan partisipatif, inovasi, dan program strategis lain yang berperan menjaga keberlangsungan kelembagaan.
“Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar intervensi program dan kegiatan di masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Yulita Sarina, S.E.
“Proyek SEMESTA adalah langkah maju dalam pengawasan pemilu berbasis teknologi dan data. Dengan sistem ini, kita tidak hanya memantau secara real-time, tetapi juga mampu mengambil tindakan pencegahan yang cepat dan tepat. Harapan kami, seluruh jajaran Bawaslu di kabupaten/kota dapat bersinergi agar implementasinya maksimal,” ujar Maria.
Ia menambahkan, “Pengawasan yang efektif hanya dapat terwujud jika seluruh pihak terlibat aktif, mulai dari jajaran internal hingga masyarakat. SEMESTA membuka ruang partisipasi yang lebih luas, sehingga pengawasan menjadi lebih terbuka, akurat, dan tepat sasaran.”
Rakor diikuti Ketua dan Anggota Bawaslu kabupaten/kota se-NTT. Dari Bawaslu Kabupaten Kupang hadir Maria Yulita Sarina, Adam Horison Bao, Jakaria Senin, Kepala Sekretariat Djefri Janto David Lusi, beserta staf. Kegiatan ini menjadi ajang penyamaan persepsi, penyatuan langkah, dan memastikan implementasi SEMESTA berjalan efektif serta tepat sasaran.
Melalui Proyek SEMESTA yang digagas Bawaslu Provinsi NTT sebagai upaya mengelola manajemen data program kegiatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dengan fokus pada pengawasan partisipatif, pencegahan, dan inovasi, diharapkan terwujud pengawasan pemilu yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.(Humas BKK)
Penulis : Arifin Boik, SH
Editor : Maria Yulita Sarina, SE