Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu Apresiasi Program Bawaslu Goes to School, Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Siswa
|
Fatuleu – Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu, Aurelius Usa Naing, S.Si., M.M., mengapresiasi pelaksanaan program Bawaslu Goes to School yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Kupang dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan demokrasi dan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai kepemiluan sejak dini, Rabu (15/07/2026).
Aurelius mengatakan bahwa kerja sama yang telah terjalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kupang dan SMA Negeri 1 Fatuleu memberikan manfaat nyata bagi sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang demokratis dan bertanggung jawab.
"Saya merasakan sesuatu yang baru sejak dimulainya kerja sama antara Bawaslu dan SMA Negeri 1 Fatuleu melalui MoU. Hal ini membuat kami semakin melihat banyak hal baik yang dapat dilakukan bersama melalui lembaga ini untuk memberikan kontribusi bagi sekolah.
Karena itu, dalam kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 kami memandang perlu menghadirkan Bawaslu untuk memberikan materi kepada peserta didik. Saya sangat senang karena kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," ujar Aurelius.
Ia menjelaskan bahwa SMA Negeri 1 Fatuleu selama ini juga telah mengembangkan pendidikan demokrasi melalui berbagai kegiatan pembelajaran, salah satunya proyek kokurikuler bertema Suara Demokrasi. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung mengenai proses demokrasi melalui simulasi penyelenggaraan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
"Kami memiliki kegiatan kokurikuler berupa proyek bertema Suara Demokrasi. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bagaimana proses demokrasi berlangsung, mulai dari pembentukan kepanitiaan, tahapan persiapan, pelaksanaan pemungutan suara, hingga penetapan dan pelantikan Ketua OSIS. Semua proses itu kami simulasikan agar siswa memahami praktik demokrasi secara nyata," jelasnya.
Menurut Aurelius, kehadiran Bawaslu di lingkungan sekolah semakin melengkapi berbagai program pendidikan karakter yang telah dilaksanakan. Materi mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif memberikan wawasan baru kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi serta mendorong partisipasi aktif sebagai warga negara.
Ia berharap kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Kupang dan SMA Negeri 1 Fatuleu dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukatif sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif.
"Harapan kami, anak-anak terus diingatkan mengenai fungsi dan peran mereka sebagai masyarakat Indonesia, khususnya bagaimana mereka nantinya terlibat dalam demokrasi dan pemilu. Paling tidak, mereka memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik tentang pemilu sehingga kelak dapat menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab," tutupnya.
Penulis : Diana Mata Rihi
Editor : Arifin Boik