Amrunur: Penulisan Buku Pengawasan Pemilu/Pemilihan 2024 Perlu Perbaikan Substansi dan Teknis
|
Kupang — Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Amrunur Muh Darwan, menyoroti sejumlah kelemahan dalam penyusunan naskah Buku Evaluasi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024.
Dalam forum pembahasan hasil review yang digelar pada Kamis, 10/7/2025, Amrunur menegaskan bahwa banyak tulisan masih lemah dari sisi struktur, konsistensi teknis, serta kedalaman analisis.
Oleh karena itu, dibutuhkan penyempurnaan menyeluruh agar buku tersebut benar-benar merepresentasikan kinerja pengawasan secara utuh dan berkualitas.
Kegiatan ini menjadi ruang evaluatif untuk meninjau kualitas naskah yang telah disusun oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari dokumentasi reflektif atas pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu di berbagai daerah.
Fokus utama rapat ini adalah mengevaluasi artikel yang dikumpulkan dari berbagai wilayah dan mengidentifikasi berbagai persoalan mendasar dalam penulisannya.
Menurut Amrunur, sebagian besar naskah yang masuk belum memenuhi standar akademik dan pedoman penulisan yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan bahwa banyak tulisan yang masih memiliki struktur tidak lengkap, tidak menyertakan elemen penting sesuai pedoman. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan jenis huruf dan gaya penulisan juga turut memengaruhi kualitas keseluruhan naskah.
Dari sisi isi, bagian sejarah kelembagaan Bawaslu masih ditulis secara umum dan belum mencerminkan konteks lokal masing-masing daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman refleksi dan penggalian informasi lokal masih kurang maksimal.
Tak hanya itu, banyak naskah juga ditemukan mengandung kesalahan ketik (typo) yang cukup signifikan, menurunkan kredibilitas tulisan.
Dari aspek gaya penulisan, penggunaan bullet dan numbering yang terlalu dominan menjadikan tulisan kaku dan kurang naratif. Alih-alih menjadi uraian reflektif dan analitis, banyak tulisan justru berbentuk daftar poin yang tidak mengalir, sehingga mengurangi daya tarik dan keutuhan pesan yang ingin disampaikan.
Menuju Karya Tulis yang Representatif dan Berkualitas
Rapat ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu NTT untuk membangun budaya literasi kelembagaan yang kuat dan terstruktur.
Evaluasi ini diharapkan tidak hanya mendorong perbaikan teknis dalam penulisan, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menyusun karya tulis yang bertanggung jawab dan merepresentasikan dinamika pengawasan secara jujur dan mendalam.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menilai hasil tulisan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran menulis yang baik dan bertanggung jawab di lingkungan Bawaslu Nusa Tenggara Timur,” ujar Amrunur.
Dengan adanya proses evaluasi ini, diharapkan setiap penulis dapat melakukan revisi dan penyempurnaan terhadap naskah yang telah disusun.
Buku yang dihasilkan nantinya diharapkan tidak hanya informatif, tetapi juga menjadi referensi yang valid dan bermutu mengenai pengawasan Pemilu dan Pilkada di Bumi Flobamorata.(HumasBKK)
Penulis : Arifin Boik, SH
Editor : Maria Yulita Sarina, SE