Lompat ke isi utama

Berita

Divisi PP Datin Inisiasi Program "Gemas Pemilu" Tahun 2026.

Divisi PP Datin Inisiasi Program "Gemas Pemilu" Tahun 2026.

Anggota Bawaslu Kabupaten Kupang Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Adam Horison Bao, SH

Oelamasi,- Untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengawasan pemilu dimasa depan, Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi(PP. Datin) menginisiasi program Gerakan Masyarakat Sadar Pengawasan (GEMAS) Pemilu melalui forum literaai demokrasi yang digelar secara daring setiap bulan selama tahun 2026.

Koordinator Divisi PP Datin, Adam Horison, dalam parannya pada rapat persiapan bersama alumni pengawas adhok, Rabu (4/3) menyampaikan bahwa membangun kualitas demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terarah, serta diskusi yang konsisten.

Ia juga memandang pentingnya merawat budaya literasi demokrasi di tengah masyarakat sebagai salah satu kebutuhan strategis untuk mencipatakan demokrasi berkualitas.

“Demokrasi yang berkualitas tidak lahir secara instan. Diperlukan proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk alumni yang memiliki pengalaman lapangan, untuk membangun ekosistem pengawasan pemilu yang kuat di Kabupaten Kupang,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Horison, melalui forum literasi yang di buat saat ini, akan menjadi media pembelajaran bersama agar kedepan sinergi antara pengawas organik dengan berbagai kelompok masyarakat menyatu sebagai satu gerakan  pengawasan partisipatif 
akan lebih kuat dan bermakna, terutama pada aspek pencegahan dan penegakan hukum pemilu.

"kita berharap melalui forum literasi demokrasi yang kita gagas ini akan menghidupkan dan menyatukan kesadaran serta komitmen untuk bergerak bersama dalam pengawas pemilu dimasa depan," ungkapnya.

Sebagai rencana tindak lanjut, Forum Literasi Demokrasi akan dikembangkan dalam bentuk diskusi tematik bertajuk Gemas Pengawasan Pemilu (Gerakan Masyarakat Sadar Pengawasan Pemilu)

Horison menguraikan, program ini dirancang sebagai ruang literasi demokrasi yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada minggu ketiga, dengan total sepuluh kali pertemuan dan mengangkat 20 tema strategis berbasis tahapan pemilu dan data empiris pengawasan.

Menurut dia kedepan, forum ini tidak hanya melibatkan alumni Pengawas Ad Hoc dan kader P2P, tetapi juga akan diperluas dengan melibatkan pemuda gereja, pemuda masjid, tokoh pemuda, forum perempuan, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya di wilayah Kabupaten Kupang.

Pada bagian akhir Adam Horison meminta Alumni Panwascam dan Pengawas Desa agar menjadi motor penggerak dalam mengorganisir kelompok masyarakat di wilayah masing-masing.

"saya berharap teman-teman alumni panwascam menjadi penggerak untuk mengorganisir masyarakat agar terlibat dalam forum literasi ini," pungkasnya.

Melalui rapat persiapan ini, Bawaslu Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi demokrasi masyarakat serta membangun budaya pengawasan yang lebih kuat, kritis, dan berintegritas menuju Pemilu 2029. 

Penulis : Diana Mata Rihi

Editor : Abad Umar