Humas Garda Terdepan Bawaslu, Perkuat Citra Positif dan Kepercayaan Publik.
|
Oelamasi, 20 Agustus 2026 — Humas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Yulita Sarina, dalam Rapat Evaluasi Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi serta Informasi Publik.
Maria menyampaikan bahwa humas merupakan garda terdepan sekaligus teras depan Bawaslu. Karena itu, pengelolaan kehumasan tidak hanya berfokus pada publikasi kegiatan, tetapi juga bagaimana lembaga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjaga reputasi dan kepercayaan publik.
“Humas merupakan garda terdepan, teras depan Bawaslu. Ada dua peran penting humas, yaitu membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Maria.
Menurutnya, untuk membangun citra positif lembaga, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kehumasan. Pertama, pengelolaan komunikasi yang transparan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus jelas, terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kedua, publikasi dan promosi prestasi lembaga. Berbagai capaian, inovasi, serta kerja-kerja pengawasan yang telah dilakukan Bawaslu perlu dipublikasikan secara konsisten sehingga masyarakat dapat mengetahui kontribusi lembaga dalam mengawal demokrasi.
Ketiga, pemanfaatan media digital. Humas dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana menyampaikan informasi secara cepat, kreatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Keempat, pelayanan publik yang baik. Menurut Maria, citra lembaga juga dibentuk melalui pengalaman masyarakat ketika berinteraksi dan mendapatkan layanan informasi dari Bawaslu. Karena itu, pelayanan yang responsif, ramah, dan sesuai kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari kerja kehumasan.
Selain itu, Maria menekankan pentingnya penanganan krisis secara cepat dan tepat. Setiap situasi yang berpotensi memengaruhi citra lembaga perlu direspons secara profesional agar kepercayaan dan reputasi Bawaslu di mata publik tetap terjaga.
“Penanganan krisis harus dilakukan dengan cepat guna menjaga kepercayaan dan reputasi lembaga di mata publik,” jelasnya.
Rapat evaluasi tersebut menjadi momentum bagi Bawaslu Kabupaten Kupang untuk melihat kembali pelaksanaan pengelolaan kehumasan, peliputan, dokumentasi dan informasi publik, sekaligus memperkuat strategi komunikasi kelembagaan ke depan.
Penguatan peran humas juga diperlukan untuk memastikan berbagai kerja Bawaslu dapat diketahui masyarakat, termasuk pada masa non-tahapan. Informasi yang disampaikan secara konsisten diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai tugas dan fungsi Bawaslu.
Melalui evaluasi ini, Bawaslu Kabupaten Kupang berkomitmen memperkuat kehumasan sebagai jembatan komunikasi antara lembaga dan masyarakat. Humas diharapkan tidak hanya menjadi pengelola informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun citra lembaga yang positif, transparan, responsif, dan dipercaya publik.
Penulis : Sonya Masneno
Editor : Maria Yulita Sarina