Maria Usulkan Penyempurnaan Pelaporan Pencegahan Online dan Penguatan Program Partisipasi Masyarakat
|
Oelamasi – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Yulita Sarina, menyampaikan sejumlah masukan strategis dalam Rapat Evaluasi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Pengawasan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (6/8/2026).
Masukan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelaporan, efektivitas program partisipasi masyarakat, keberlanjutan tindak lanjut Program P2P, serta optimalisasi pelaksanaan uji petik.
Dalam penyampaiannya, Maria menyoroti perlunya penyempurnaan mekanisme pelaporan pada aplikasi Pencegahan Online. Menurutnya, masih terdapat perbedaan persepsi dalam mengklasifikasikan kegiatan antara kategori Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), sehingga diperlukan pedoman yang lebih jelas.
"Dalam praktiknya kami masih mengalami kebingungan dalam mengklasifikasikan suatu kegiatan. Ada kegiatan yang seharusnya masuk kategori Partisipasi Masyarakat, tetapi justru dimasukkan ke dalam kategori Pencegahan. Karena itu, kami mengusulkan agar ke depan jenis-jenis kegiatan yang termasuk kategori pencegahan dapat diperjelas sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penginputan data," ujar Maria.
Pada aspek pelaksanaan kegiatan Partisipasi Masyarakat dan Pencegahan, Maria mengusulkan agar setiap laporan kegiatan turut mencantumkan jumlah penerima manfaat. Menurutnya, data tersebut penting sebagai indikator untuk mengukur jangkauan program yang telah dilaksanakan kepada masyarakat.
"Melalui laporan kegiatan pencegahan, partisipasi masyarakat, sosialisasi, dan kegiatan lainnya, kita dapat mengetahui sejauh mana cakupan pelayanan serta berapa banyak masyarakat yang telah memperoleh manfaat dari setiap kegiatan," jelasnya.
Maria juga menyinggung tindak lanjut hasil Program Penguatan Partisipasi Pemilih (P2P), khususnya mengenai komitmen pembentukan forum alumni. Ia menilai pembentukan forum bukanlah tantangan utama, melainkan menjaga agar forum tersebut tetap aktif dan berkelanjutan.
"Membentuk forum sebenarnya bukan hal yang sulit. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana forum tersebut dapat terus aktif, berfungsi, dan bergerak secara berkelanjutan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu terus didiskusikan," katanya.
Untuk pengawasan PDPB, Maria turut menyoroti pelaksanaan uji petik yang masih menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, meskipun kegiatan tersebut telah beberapa kali dilaksanakan, dukungan anggaran yang memadai sangat dibutuhkan agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal.
"Kami mengusulkan agar ke depan anggaran untuk kegiatan uji petik dapat dialokasikan secara khusus sebagaimana yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Dengan adanya alokasi anggaran yang lebih jelas, pelaksanaan uji petik dapat dilakukan secara lebih maksimal sehingga mampu menjangkau lebih banyak sasaran," ungkapnya.
Berbagai masukan yang disampaikan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama dalam penyempurnaan pelaksanaan program Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Pengawasan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan.
Melalui evaluasi yang berkesinambungan, Bawaslu diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas tata kelola pelaporan, memperluas jangkauan program kepada masyarakat, serta memperkuat efektivitas pengawasan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkeadilan.
Penulis : Arifin Boik
Editor : Maria Yulita Sarina