Lompat ke isi utama

Berita

Marthoni ; Panwascam Harus Menjaga Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas

Marthoni ; Panwascam Harus Menjaga Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas

Oelamasi – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kupang mengajak 72 orang Panwascam, menjaga soliditas, integritas, mentalitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan/pilkada serentak tahun 2024. Jumat (24/05/2024)

Ketua Bawaslu Kabuapaten Kupang, Marthoni Reo, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa suksesnya pemilihan serentak tahun 2024 ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada,  hal ini tidak bisa kita pungkiri. 

Ia menjelaskan dari 72 orang Panwascam, 69 orang merupakan Panwascam existing, dan hanya 3 orang hasil rekrut baru. Dari jumlah tersebut, 55 adalah laki-laki dan 17 perempuan. “itu artinya luar biasa teman-teman dalam melewati tahapan Pemilu 2024, kemudian dievaluasi dan masih layak untuk menjadi Panwascam dalam pilkada serentak 2024, itu harus disyukuri.” Lanjut Toni

“Panwaslucam yang sudah diantik wajib menjaga soliditas, integritas, mentalitas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan/pilkada serentak tahun 2024.” Ujar Marthoni

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu NTT Magdalena Yuanita Wake, SH., MH dalam sambutan menyampaikan bahwa Sensitivitas Pilkada serentak tahun 2024 lebih tinggi dan dinamikanya juga cukup panas yang dimana isu-isu yang seharusnya tidak di kampanyekan jusru di kampanyekan seperti isu agama dan isu suku.

“Untuk itu teman-teman panwascam harus meningkatkan kerja-kerja pengawasan, pencegahan, penindakan dan publikasi dengan sebaik mungkin kepada Masyarakat, untuk mencegah isu-isu yang dimaksud.” Ujar Nita, sapaan akrabnya

Selain itu, Ia menegaskan bahwa ada catatan dari publik kepada pengawas pada saat perhelatan pemilu serentak 2024, terkait masih lemah Bawaslu dalam melakukan pengawasan dan penindakan. Kita mempunyai hutang di pemilu, jadi kita harus bayar utang itu di pemilihan, dengan cara meningkatkan kerja-kerja pengawasan kita.

“Ketika ada dugaan pelanggaran Panwascam harus melakukan koordinasi secara baik dengan pimpinan di Bawaslu Kabupaten untuk melakukan penindakan dengan baik.” Pungkas Dia

Bawaslu Kabupaten Kupang berharap agar Panwascam terlantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab di Pilkada Serentak 2024 dengan lebih optimal, sesuai dengan tagline Bawaslu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”.

Pengawasan dengan melibatkan masyarakat diharapkan dapat menjadikan proses Pilkada lebih transparan dan akuntabel.

Pada pelantikan tersebut, 72 anggota Panwascam juga diberikan bimbingan teknis terkait tugas mereka pada saat pelaksanaan setiap proses Pilkada 2024.

Penulis ; Arifin Boik, SH