Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Kinerja Kelembagaan yang Optimal, Bawaslu Kabupaten Kupang Perkuat SDM Pengawas dan Sekretariat

Jajaran Pimpinan Bawaslu Kabupaten Kupang saat mengikuti Kegiatan  Rapat Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan Tahun 2026

Jajaran Pimpinan Bawaslu Kabupaten Kupang saat mengikuti Kegiatan  Rapat Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan Tahun 2026

Oelamasi, 27 Agustus 2026 – Bawaslu Kabupaten Kupang menggelar Rapat Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Bawaslu Kabupaten Kupang ini menghadirkan Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD dan Diklat) Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, James Welem Ratu, S.Pd, sebagai narasumber.

Rapat ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat tata kelola sumber daya manusia serta meningkatkan kinerja kelembagaan Bawaslu Kabupaten Kupang, baik dari unsur pengawas maupun kesekretariatan, dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo, dalam arahan pembukaannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting karena membahas dua unsur utama yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam menjalankan tugas kelembagaan.

“SDM pengawas dan sekretariat merupakan dua hal yang berbeda. SDM pengawas berfungsi menunjang pelaksanaan tugas dan kewenangan lembaga pengawasan, sementara sekretariat bertugas memberikan dukungan administratif terhadap pelaksanaan tugas tersebut. Karena itu, keduanya harus berjalan selaras agar kinerja kelembagaan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Marthoni menjelaskan bahwa penguatan kapasitas SDM pengawas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga naluri dan karakter pengawasan yang harus terus diasah. Di sisi lain, sekretariat memiliki peran strategis sebagai administrator yang memastikan seluruh proses birokrasi, administrasi, dan dukungan kelembagaan berjalan dengan baik.

Menurutnya, meskipun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu, persiapan menuju tahapan yang akan dimulai pada tahun berikutnya harus dilakukan sejak dini melalui evaluasi dan penguatan sistem pendukung kelembagaan.

“Persiapan dan evaluasi sangat penting dilakukan. Selain memperkuat tugas pengawasan, kita juga harus memastikan sistem pendukungnya berjalan dengan baik, mulai dari pengelolaan birokrasi, administrasi, sumber daya manusia, pembagian tugas, hingga kedisiplinan aparatur,” jelasnya.

q

Sementara itu, narasumber James Welem Ratu menyampaikan materi terkait Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen pengukuran kinerja bagi pimpinan Bawaslu, serta keterkaitannya dengan dukungan yang diberikan oleh unsur kesekretariatan melalui pelaksanaan tugas dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

Menurutnya, baik pimpinan maupun sekretariat sesungguhnya bergerak menuju tujuan yang sama, yaitu peningkatan kinerja kelembagaan. Jika capaian pimpinan diukur melalui IKU, maka kontribusi sekretariat tercermin dalam pencapaian SKP yang mendukung keberhasilan organisasi secara keseluruhan.

Penulis : Diana Mata Rihi

Editor  : Maria Yulita Sarina