Lompat ke isi utama

Berita

Politik Uang dan Kesenjangan Literasi Digital Menjadi Topik Utama Gemas Edisi V

Hasil Tangkapan layar saat Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Y. Sarina, S.E., menyampaikan pengantar pada kegiatan Gemas Edisi V

Hasil tangkapan layar saat Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Y. Sarina, S.E., menyampaikan pengantar pada kegiatan Gemas Edisi V

Oelamasi - Bawaslu Kabupaten Kupang kembali menggelar kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar Pengawasan (GEMAS) Edisi #5 secara daring dengan mengangkat topik Pengaruh Politik Uang terhadap Kualitas Demokrasi dan Pembangunan Daerah serta Kesenjangan Literasi Digital dan Pengaruh Artificial Intelligence (Al) dalam Proses Kepemiluan dan Pemanfaatan Ruang Digital.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan Bawaslu Kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur, Plh. Kabag PP Bawaslu Provinsi NTT, eks Pengawas adhoc, Forum Perempuan dari Jaringan Perempuan Usaha Kreatif Kabupaten Kupang, serta alumni P2P, pengurus parpol, mahasiswa, pemuda gereja dan unsurmasyarakat lainnya.

Hadir sebagai narasumber yakni Dr. Mikhael Feka, S.H., M.H, yang merupakan akademisi Unika Kupang, dan Daniel Toni, S.E., M.Si, akademisi dan anggota Komisi Informasi Provinsi NTT.

Dalam pengantarnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kupang, Maria Y. Sarina, S.E., mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan dinamika penyelenggaraan demokrasi saat ini. Menurutnya, praktik politik uang terus mengalami perubahan pola sehingga membutuhkan strategi pengawasan yang lebih adaptif.

la menjelaskan bahwa apabila dahulu politik uang identik dengan pemberian uang tunai atau amplop kepada pemilih, kini praktik tersebut telah mengalami metamorfosis. Berbagai modus baru mulai bermunculan, mulai dari pemanfaatan pedagang sebagai perantara hingga pemberian uang melalui transfer digital dan berbagai bentuk transaksi elektronik lainnya.

"Perubahan pola ini menjadi tantangan baru bagi kita semua dalam menjaga integritas pemilu.Karena itu, diperlukan pengawasan yang semakin kuat serta peningkatan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk politik uang," ujarnya.

Maria juga menyoroti perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang membawa peluang sekaligus tantangan dalam proses kepemiluan. Menurutnya, rendahnya literasi digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan maupun memengaruhi opini publik melalui berbagai platform digital.

Melalui GEMAS Edisi V, Bawaslu Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi demokrasi masyarakat, memperkuat pengawasan partisipatif, serta membangun kesadaran bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, demokratis, dan bebas dari praktik politik uang maupun penyalahgunaan teknologi digital

Penulis : Diana Mata Rihi

Editor : Adam Horison Bao